Sebelum acara dimulai panitia menampilkan berbagai hiburan tari-tarian, musik, dan juga pemutaran film pendek hasil karya anak-anak SMK. Sambil menunggu kedatangan presiden para peserta yang hadir di ruangan terlihat cukup antusias dan menikmati tampilan dan tayangan yang ada di atas panggung. Sebuah video tentang penerimaan layanan program KIP kepada siswa Indonesia juga ditayangkan. Tayangan itu cukup menghibur karena semua pemerannya adalah anak anak SMK dan mereka membawakannya secara apik. Peran kepala sekolah, guru, orang tua siswa, dan siswa dibawakan oleh siswa yang terlihat lugu dan culun. Culunnya pemeran Kasek yang memakai seragam keki yang kemudian berganti dengan seragam korpri membuat para undangan terhibur dan memberikan apresiasi tersendiri.
Presiden datang pada pukul 09.00 pagi bersama Menteri Puan Maharani. Semua hadirin diminta untuk berdiri sebagai bentuk penghormatan kepada kepala negara. Acara formal di mulai ketika pembawa acara mempersilahkan presiden untuk menuju ke panggung. Setelah itu semua hadirin diminta untuk menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Sebelum presiden memberikan sambutannya menteri Puan Maharani diminta untuk memberikan laporan tentang pelaksanaan kegiatan yang merupakan kerja sama beberapa kementerian tersebut. Setelah itu presiden memberikan sambutan khusus untuk penyerahan KIP yang diakhiri dengan dialog antara presiden dengan para siswa. Secara simbolik KlP diserahkan oleh presiden kepada masing-masing siswa dan siswi utusan dari level SD, SMP, SMA, SMK, SLB dan Kejar Paket.
Pada sesi dialog, anak-anak yang terpilih ketika mengangkat tangan diminta untuk maju ke depan dan bertemu dengan presiden di panggung. Dialog isinya seputar penggunaan uang yang akan dicairkan dari KIP. Selepas dialog siswa diberi pertanyaan oleh Presiden. Siswa yang bisa menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebuah sepeda baru.Terhitung ada tiga siswa SD, dua siswa SMP, dua siswa SMA. dan dua siswa SMK yang berhasil mendapatkan hadiah sepeda. Ada insiden kecil di dalam dialog dengan presiden tersebut ketika seorang anak SD diminta oleh presiden untuk menyebutkan lima jenis ikan. Dengan susah payah dia bisa menyebutkan satu persatu nama ikan, diantaranya adalah ikan lele, ikan paus, dan ikan teri. Namun sayangnya pada saat menyebut ikan tongkol dia keliru meletakkan huruf t dan k secara terbalik sehingga kata yang terucap adalah nama organ vital laki-laki dalam bahasa Jawa. Semua undangan menertawakannya, tetapi karena memang anak tersebut tidak paham dengan nama ikan yang disebutkannya maka dia malah terlihat kebingungan. Tampaknya dia sedikit mengalami diseleksia dan juga nervous karena harus berbicara dengan presiden. Di samping itu, di panggung dia disaksikan oleh ribuan pasang mata di dalam hall serta jutaan pasang mata dari rumah ke rumah yang menyaksikan acara tersebut dari televisi. Sebaiknya lain waktu tim kepresidenan dan panitia harus menyiapkan baik-baik siapa-siapa yang akan didaulat untuk maju ke depan dan berdialog dengan presiden sehingga insiden yang sama tidak terulang lagi. Mungkin yang dikhawatirkan adalah imbas psikologis bagi anak tersebut. Karena bisa saja videonya yang menyebar ke seantero dunia tidak akan pernah hilang dari Youtube dan menjadi bahan olok-olokan bagi dirinya seumur hidup. Semoga saja tidak terjadi hal yang demikian. Mampuono (MRT) #menemubalinglah5menit