
Oleh : SUBARI, S.Sos, M.Pd Adalah Guru SMK negeri 1 Bangil-Pasuruan Jawa Timur Dan wakil Seketretaris Ikatan Guru Indonesia  (IGI) Jawa Timur
Hari guru yang diperingati setiap bulan November merupakan momentum bagi para kalangan pendidik di indoensia bahkan seluruh dunia. Guru merupakan sosok pemimpin yang menjadi contoh tauladan baik di kelas maupun di masyarakat. Selain itu juga guru sebagai kepala kelurga yang mempunyai peran penting dalam pendidikan utama didalam pendidikan karakter . Dengan kemajuan ilmu tehnologi banyak pengaruh dan tantangan yang  didapat dari pendidikan  luar sekolah, disinilah peranan guru sebagai pendidik diuji dengan kemajuan tehnologi. Apabila tidak segera di lakukan pencegahanlebih intensif maka akan mempengaruhi perilaku anak dalam kehidupan sehari hari. Oleh karena itu perlu adanya tameng atau penangkal untuk membetengi keluarga dari pengaruh pendidikan yang diperoleh dari luar tanpa di dampingi oleh guru. Dengan hadirnya Kemajuan tehnologi ini  kita tidak bisa membendung informasi-infromasi yang masuk dengan mudah anak anak  kita mendapatkannya kemudian mempratekannya. Dengan melihat masalah diatas peran kehadiran guru didalam mendidik sangat di perlukan. Peran Guru disini tidak hanya sebagai pendidik didalam kelas saja melain juga bertanggung jawab dimasyarakat. Sosok guru selain mendidik  di sekolah juga harus bertanggung jawab mendidik di masyarakat. Selama ini  Pendidikan di sekolah terbatas oleh waktu dan jam pelajaran, sementara waktu di sekolah hanya 8 jam, sedangkan dalam satu hari da 24 jam, sisa waktu  16 jam ada dilingkungan keluarga. Dengan waktu 16 jam itu apa saja yang dapat dilakukan di rumah akan dapat dengan lebih banyak waktu yang di gunakan  untuk mendidik dimasyarakat. Pendidikan tanpa kehadiran guru ibarat makan tanpa lauk pauk . Meski tahu bisa belajar dan menggunakan ilmunya ibarat dalam hutan banyak makanan tidak tahu bagaimana cara memasak dan memakannya. semak belukar tidak tahu bagaimana akan keluar dari hutan.  Jika melihat budaya yang  terjadi dalam keluarga saat ini, orang tua sibuk dengan pekerjaanya. Mendidik dan merawat anak diserahkan kepada pembantu rumah tangga dan di tanpa didampingi oleh sosok pendidik yang berkarakter., meski itu ada tetapi jumlahnya bisa di hitung jari dan itu hanya dilakukan oleh orang tua tertentu. Orang tua mencari nafkah pergi pagi-pagi dan pulang malam ketika anak-anak sudah tidur sehingga kasih sayang terhadap ana mulai berkurang. Ketika di asuh oleh pembantu dan didampingi handphne, ipad canggih sehingga akan mudah mengakses informasi dari dunia maya tanpa di awasi oleh orang tua sendiri. Sehingga dengan begitu setiap anak akan memiliki karakter yang berbeda beda . Ada orang yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai budaya setempat, ada juga yang berperilaku negatif dan juga tidak sesuai dengan nilai-nilai dalam budaya setempat. Ada dua faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter yaitu bawaan dari dalam diri anak dan pandangan anak terhadap dunia yang dimilikinya. Misalnya pengalaman, pengetahuan dan pendidikan moral yang diterima dilingkungannya, serta hubungan dengan orang tua dan anak. Pendidikan diLingkungan yang positif akan membentuk karakter yang positip. Hal ini terbukti bahwa pendidikan akan membawa dampak bagi perkembangan phisikologi anak. Contoh seperti dalam pendidikan dilingkungan hutan yang hidupnya berteman dengan hewan yang berada dilingkungan hutan dalam cerita, ada seorang anak bernama Tarsan hidup dibesarkan dilingkungan hutan berteman dengan hewan yang ada ditengah hutan itu. Ketika ia tumbuh besar keluar dari lingkungannya akan berinteraksi dengan masyarakat sekitar, maka ia akan berbeda cara pola hidup  tingkah lakunya. Dari contoh diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa karakter seseorang anak tidak hanya dipengaruhi oleh bawaan, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia tinggal bersama keluarga. Karena  lingkungan keluarga mempunyai pengaruh sangat besar terhadap  perkembangan dan karakter pendidikan anak. Disini peranan guru sebagai Pendidik yang ber karakter berhubungan dengan perilaku positip yang berkaitan dengan moral yang berlaku, seperti perilaku jujur, percaya diri, bertanggung jawab, peduli, jiwa penolong, menghargai, menghormati dan dapat dipercaya. Jika melihat karakter ini pada dasarnya, setiap anak memiliki semua perilaku positip, sebagaimana telah diberikan oleh tuhan ketika ia lahir di bumi ini sesuai dengan kodratnya. Pengaruh ilmu tehnologi sangat mengkawatirkan bagi perkembangan phiskologi anak, hal ini telah terbukti adanya pengaruh handphone, dengan fasilitas internet denagn fitur-fitur cangih akan didapat apa yang di cari dalam sekejab mata. Kementrian pendidikan dan kebudayaan Republik Indonesia melaui kanal sabahat (13/4) merilis tentang pengaruh 15 Game onlie yang dapat merusak karakter anak, bahwa bermain game online mengandung unsur kekerasan . Dalam penelitian yang dilakukan oleh sebuah perguruan Tinggi  Lowa State University Amerika Seikat itu , apabila bermain selam 20 menit, si anak akan merasakn “mati rasa†akan mudah melakukan kekerasan dan kelihalangan empati terhadap orang tua. Dengan maraknya layanan internet dan fasilitas game online ini jelas akan mempengaruhi perkembangan anak. Dengan melihat permaslahan yang ada diatas apa yang harus dilakukan oleh orang tua dalam peran mendidik anak didalam keluarga, berikut tips –tips yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk mencipatkan pendidikan yang berkarakter.- Berikan contoh kata sopan dan jujur
- Peduli terhadap lingkungan sekitar
- Membagi waktu 24 jam sehari
- Belajar Mandiri
- Belajar bersedekah dan Bersyukur